Logo Senin, 22 April 2019
images

Ketua DPD PSI Kota Bekasi, Tanti Herawati, Caleg PSI DPRD Kota Bekasi, Dapil VI Bekasi Barat - Medan Satria, No Urut 1, Wiwik Nainggolan, Ketua DPD PSI Kota Depok, Ferry Batara Manurung memberikan dukungan.

BEKASI, KORANMETRO.com - Calon legislatif (Caleg) DPRD Kota Bekasi dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dapil VI Bekasi Barat - Medan Satria, Wiwik Nainggolan, mendukung pemilu legislatif 2019, menjadi pemilu yang bersih dan anti politik uang.

Caleg PSI dengan nomor urut 1 ini sepakat agar seluruh caleg yang ikut kontestasi dalam Pileg 2019 untuk juga melakukan eduksi kepada masyarakat untuk tidak menjadi pemilih yang transaksional.

“Pola kampanye yang saya gunakan adalah mengedukasi pemilih untuk tidak pragmatis. Meski itu menjadi tantangan tersendiri, namun masyarakat harus diberi pendidikan politik yang baik,” ibu satu anak ini yang masih bekerja jadi buruh di PT. Marsol Abadi, Kawasan Ejip Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, saat ditemui usai sosialisasi di daerah Komplek Perumahan Harapan Baru, Kota Baru, Bekasi Barat.

Ia mengatakan, tantangan dalam pemilu dengan sistem terbuka membutuhkan managerial dan tim pemenangan yang kuat dan solid. “Biaya politik tetap akan tinggi dan tidak bisa dihindari. Membiayai pembuatan spanduk hingga operasional tim pemenangan caleg butuh biaya yang tidak sedikit. Tapi, untuk transaksional dengan pemilih, saya menolak melakukan hal itu,” katanya.

Oleh karena itu, ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memerangi politik uang dalam pemilu 2019 mendatang.

“Jangan sampai ada kalimat "Wani Piro?" Atau dikalangan suku Batak ditanya "Sadia ingot-ingot na?". Ini tidak akan mendidik,” Sis Wiwik sapaan akrabnya yang mengaku tidak memiliki tim sukses karena keterbatasan dana.

"Ya bagaimana saya berasal dari seorang biasa. Masih buruh yang mau memperjuangkan hak - hak buruh, ibu, dan anak melalui jalur legislatif. Dan saya merasakan yang dirasakan orang biasa. Saya pernah merasakan tinggal di bantaran kali, kebanjiran, terdzolimi, mendapatakan pelayanan birokrasi dan kesehatan yang kurang bagus. Oleh karena itu, saya memberanikan diri terjun ke politik dan legislatif untuk membatu masyarakat agar tidak lagi merasakan seperti yang saya rasakan," jelasnya mengingat anak ke-2 nya harus tak tertolong akibat pelayanan kesehatan di rumah sakit kurang optimal kepada mereka yang kurang beruntung dalam perekenomian.

Sebab itu, program saya salah satunya meningkatkan perekonomian rakyat melakui Koperasi. Sehingga, ibu-ibu yang memiliki kemampuan berdagang atau berkarya bisa menjual produknya di koperasi. "Termasuk bisa mendapatkan pinjaman dengan bunga rendah untuk keperluan mendadak dan urgen. Dan hasil usaha dari koperasi tersebut bisa dinikmati seluruh anggota melalui sisa hasil usaha. Jadi selama 5 tahun akan saya bangun 1 Koperasi di 1 RW pada Dapil VI Bekasi Barat - Medan Satria," tandas Wiwik. (*)