Logo Selasa, 18 Juni 2019
images

Buku Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB).

JAKARTA, KORANMETRO.com - Tarif biaya balik nama kendaraan bermotor (BNKB) untuk DKI Jakarta dipastikan naik mukai dari mulai 10 persen hingga mencapai 12,5 persen.

"Kita sedang usulkan karena sesuai dengan kesepakatan badan pendapatan daerah se- jawa dan bali untuk BBN (Bea Balik Nama) itu ditetapkan 12,5 persen," kata Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta Faisal Syafruddin, saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, seperti dilansir Senin (11/2/2019).

Faisal beralasan DKI Jakarta sudah tertinggal dalam melakukan kenaikan biaya dibanding kota-kota lain se Jawa.

Alasan lainnya kenaikkan tarif balik nama kendaraan ini juga untuk menekan jumlah kepemilikan kendaraan pribadi di ibu kota.

"Jadi ini sebenarnya bukan dalam rangka meningkatkan pendapatan saja, dalam rangka regulasi masyarakat supaya pindah ke roda transportasi masal, salah satunya itu," imbuh Faisal.

Namun demikian, Faisal belum bisa membocorlan kapan penerapan kenaikan BKBN akan diterapkan. Sebab, kebijakan itu berbentuk Peraturan Daerah (Perda) yang masih dalam penggodokan anggota DPRD DKI Jakarta.

"(Mulainya) Tergantung nanti dari dewan menyetujuinya kapan. Kita sedang usulkan ke dewan. (Draftnya) Sudah, sudah masuk," tutupnya. (rus)