Logo Selasa, 18 Juni 2019
images

Gakum Dinas Lingkungan Hidup Kab. Bekasi memasang papan peringatan di lahan tempat pembuangan limbah berindikasi terkontaminasi B3. (foto: tahar)

BEKASI, KORANMETRO.com -  Menindak lanjuti adanya temuan tempat pembuangan limbah yang diduga bahan beracun berbahaya (B3),  Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi memasang papan peringatan melarang kegiatan aktifasi pembuangan limbah di Kampung Keramat Blencong, Desa Segara Makmur, Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Rabu (16/1/2019) kemarin.

Melalui Kasi Penegakan Hukum (Gakum) DLH Kabupaten Bekasi, Surahman didampingi Kasi Trantib Kecamatan Tarumajaya dan Babinsa Koramil /02 Tarumajaya, tiga papan peringatan di tiga titik dipasang di sekitar pintu masuk dan keluar lokasi pembuangan limbah.

"Sementara ini kita pasang papan peringatan sebagai tindak lanjut dari hasil observasi kemarin bersama Kementerian Lingkungan Hidup, sambil menunggu hasil verifikasi dari KLH tempat ini ditutup sementara," ujar Surahman didampingi Kasi Trantib Kecamatan Tarumajaya, Suseno.

Sebelumnya bersama Kementerian Lingkungan Hidup, Muspika dan Pemerintah Desa setempat, Dinas LH Kabupaten Bekasi melakukan observasi terkait temuan adanya tempat pembuangan limbah ilegal dan jatuhnya 3 korban bocah usia 8 tahun dengan luka bakar di bagian kaki usai bermain di lokasi tersebut.

Selain itu, Tim Gegana Mabes Polri juga dilibatkan untuk mengambil sampel air dan tanah untuk diindentifikasi jenis dan kandungan yang terdapat dalam limbah tersebut. Selanjutnya sampel akan diserahkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup untuk diuji laboratarium.

Diberitakan sebelumnya, dua bocah berusia 8 tahun warga Bambu Kuning Marunda Jakarta Utara dilarikan ke Puskesmas Rusunawa Marunda pada Kamis (10/1/2019) lalu.

Kejadian tersebut memancing reaksi dari warga Marunda Empang dan Warga Marunda Pitung  yang saat itu mendapat penyuluhan dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI terkait dampak bahaya pemanfaatan limbah B3 bagi kesehatan dan lingkungan.

Selanjutnya Kapolsek Cilincing Kompol Sarwono bersama Lurah Marunda Hilda Damayanti mengecek kondisi kedua korban yang mengalami luka bakar di kedua kakinya. Setelah diinvestigasi, lokasi kejadian diketahui berada di wilayah Tarumajaya Kabupaten Bekasi Tarumajaya yang berbatasan dengan Marunda Jakarta Utara.

Kemudian setelah kordinasi dengan Kepolisian Sektor Tarumajaya, lahan kosong tersebut diberi garis pengaman untuk pengamanan dan penyeledikan.

Selanjutnya Kemeterian Lingkungan Hidup dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi melakukan observasi dengan melibatkan tim Gegana Mabes Polri untuk mengambil sampel air dan tanah dilanjut pemasangan papan peringatan.

Dari pantauan bekasipedia.com (KORANMETRO.com Group), selain terdapat limbah industri minyak goreng (spent bleaching earth, limbah batubara (fly ash/buttom ash) juga terdapat ampas dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang kesemuanya masuk dalam katagori limbah bahan beracun dan berbahaya. (tahar)