Logo Kamis, 22 November 2018
images

Direktur Eksekutif JSI, Fajar S Tamin.

JAKARTA, KORANMETRO.com - Dari hasil survey yang dilakukan Jaringan Suara Indonesia (JSI), posisi pasangan capres nomor urut 1, Joko Widodo-Ma'ruf Amin dengan pilihan 55 persen menggungguli pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang memperoleh pilihan 45 persen. 

Namun dengan perbedaan tipis menurut Direktur Eksekutif JSI, Fajar S Tamin, posisi tersebut belum bisa dianggap aman untuk memenangkan Pemilu 2019. Hal itu mengacu pada pelaksanaan Pemilu sebelumnya dimana bakal kembali terjadi perolehan suara dengan perbedaan tipis. 

"Saya menyimpulkan dengan perbedaan tipis hanya 55 persen dan 45 persen belum aman. Karena bisa menimbulkan close race (jumlah suara ketat). Dan saya perkirakan hal itu bakal terjadi di sekitar bulan Januari hingga Februari," kata Fajar. 

Karena itu Fajar menyarankan agar kubu Jokowi harus segera mengambil langkah-langkah antisipatif. Salah satunya dengan memunculkan isu-isu baru. "Posisi aman itu sudah 60 persen. Karena itu harus mampu menciptakan isi-isu baru yang bisa mendongkrak elektoral," lanjut Fajar. 

Salah satu indikator Jokowi-Ma'ruf Amin unggul atas Prabowo-Sandi adalah mampu mengatasi infrastruktur. Dimana incumbent dengan 70,6 persen, sementara pasangan nomor urut 2 dengan 16,0 persen. 

"Selain itu dari penilaian publik indikator lainnya dari kriteria merakyat, pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin 76,2 persen, Prabowo-Sandi 16,0 persen," urai Fajar.

Sementara terkait pilihan publik pada partai, Fajar menambahkan PDIP berada di posisi teratas dengan 29,5 persen. Berturut-turut di bawahnya, posisi kedua yaitu partai Gerindra dengan 13,8 persen, posisi ketiga partai Golkar dengan 7,1 persen dan PKB 4,3 persen.

Adapun untuk distribusi dukungan kandidat dari partai, ada catatan yang menarik. PKS yang merupakan partai pendukung Prabowo-Sandi, sebesar 22,0 persen kader PKS mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Adanya dukungan PKS pada Jokowi-Ma'ruf Amin kemungkinan besar mereka itu adalah simpatisan PKS. Dan itu cukup tinggi sebesar 22,0 persen. Sementara dukungan kader PDIP pada Jokowi-Ma'ruf Amin cukup solid yaitu 95,2 persen, kader PDIP yang mendukung Prabowo-Sandi hanya 2,8 persen. Hal sama juga terjadi pada partai Gerindra, 90,9 persen kader Gerindra solid mendukung pasangan Prabowo-Sandi. Hanya 6,7 persen mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin," terang Fajar. (drajat)