Logo Senin, 22 Oktober 2018
images

Ilustrasi Rumah Potong Hewan Babi.

JAKARTA, KORANMETRO.com - Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Inggard Joshua meminta Pemprov menutup rumah potong babi di kawasan Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.

Menurut Inggard keberadaan rumah potong babi tersebut menimbulkan polusi bau ke pemukiman penduduk. Untuk itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan harus meninjau ulang keberadaan rumah potong babi tersebut.

"Faktanya memang di sini polusi yang ditimbulkan dari adanya rumah potong ini sangat mengganggu masyarakat sekitar. Selain bau, limbah dari kotoran ini ternyata dibuang ke aliran kali yang ada di sekitar pemukiman," kata Inggard, di Gedung DPRD DKI Kebon Sirih, Selasa (4/9/2018).

Tak hanya soal pulusi, Inggard pun menilai kalau lahan yang digunakan untuk rumah potong babi tersebut terlalu luas kalau hanya untuk memotong babi sebanyak 200 ekor per hari.

"Jadi lahan tepat potong babi ini luasnya mencapai 5 hektareh. Sementara babi yang dipotong disini jumlahnya kurang lebih hanya sekitar 200 ekor saja," ujar Inggard.

Oleh karenanya, Inggard mengusulkan agar keberadaan rumah potong babi ini dihilangkan saja. Untuk lahannya bisa dipakai untuk kepentingan masyarakat Jakarta Barat, seperti adanya penambahan sarana dan prasarana kesehatan untuk masyarakat Jakarta Barat.

"Lagipula kebutuhan masyarakat Jakarta akan daging babi sangat sedikit. Dengan demikian alangkah baiknya PT Dharma Jaya sebagai BUMD milik Pemprov DKI yang berwenang mendistribusikan daging dan menaungi rumah potong hewan di Ibu Kota, tidak lagi melakukan pemotongan babi. Melainkan cukup langsung melakukan pengadaan dagingnya saja," pungkas Inggard. (indra)