Logo Sabtu, 23 Juni 2018
Karirpad, Situs Lowongan Kerja Terpercaya
images

Proses ganti rugi tahap kedua pembebasan lahan pengerjaan enam ruas jalan tol dalam kota ruas sunter pulo gebang untuk wilayah Jakarta Utara berjalan sukses.

JAKARTA, KORANMETRO.com - Proses ganti rugi tahap kedua pembebasan lahan pengerjaan enam ruas jalan tol dalam kota ruas sunter pulo gebang untuk wilayah Jakarta Utara berjalan sukses.

Wajah-wajah ceria terpancar dari warga pemilik 21 bidang tanah, saat mengikuti rapat sekaligus seremonial pemberian ganti rugi yang dilaksanakan di Kantor Pertanahan Kota Jakarta Utara, Selasa (12/12/2017) kemarin sore.

"Kami mengapresiasi kerelaan warga karena sudah mau menyerahkan tanahnya untuk pembangunan jalan tol, yang merupakan kepentingan umum dan menjadi program strategis nasional," ujar Kepala (BPN) Jakarta Utara, Kasten Situmorang, SH, M.Kn, di sela-sela kegiatan.

Kasten mengatakan, dari seluruh proyek enam ruas jalan tol yang pertama kali dimulai dan pemberian ganti rugi berjalan sukses adalah Jakarta Utara. Kemudian disusul pelaksanaan ganti rugi tahap kedua yang juga tuntas dilaksanakan. "Semua berkat kesadaran pemilik lahan untuk menyerahkan tanahnya," kata dia.

Lebih lanjut, Kasten berharap proses penyerahan ganti rugi bagi warga terdampak tol lainnya di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Jakarta Timur mengikuti Jakarta Utara. "Kesadaran warga Jakarta Utara terhadap proses pembangunan, khususnya tol dalam kota sudah cukup bagus," terangnya.
 
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Jalan Tol Dalam Kota Asih Nirbianti ST, mengaku senang dengan antusiasme pemilik lahan dalam proses pemberian ganti rugi tersebut.

Asih berhadap wilayah lainnya di Jakarta Timur dan Jakarta Barat segera mengikuti. "Semakin banyak yang menerima ganti rugi akan semakin baik, sebab pembangunan fisik jalan tol akan segera dimulai," tutur dia.

Divisi Pengadaan Tanah JTD (Jakarta Tollroad Development), Dr. Hery Hartawan, SH.,M.Kn mengungkapkan 6 ruas jalan tol dalam kota merupakan salah satu program yang masuk sebagai proyek strategis nasional berdasarkan Perpres No 58 tahun 2017 sebagaimana Perpres sebelumnya, yaitu Perpres no 3 tahun 2016.

Kegiatan pengadaan tanah 6 ruas tol dalam kota,  yaitu Semanan-Pulo Gebang sebagai tahap pertama, dimulai dari seksi A Kelapa Gading sampai Pulo Gebang  -/+ 9 KM, kemudian seksi B dari Semanan sampai Grogol -/+ 9KM, dan seksi C dari Grogol sampai Sunter -/+ 12KM.

Pelaksanaan pengadaan tanah seksi A kelapa Gading sampai Pulo Gebang di targetkan selesai secara keseluruhan akhir desember 2017, dimana pekerjaan konstruksi khususnya pada lokasi pegangsaan dua akan mulai Januari 2018 dan di targetkan seksi A Kelapa Gading Pulo Gebang bisa beroperasi pada tahun 2019.

Untuk pelaksanaan pengadaan tanah seksi B dan C proses telah di mulai dari bulan Desember 2017 ini, diharapkan selesai pada akhir bulan Desember 2018. Pengadaan tanah yang dilakukan oleh kementrian Pu & Pera RI pada lokasi on off ramp dan junction.

Sementara Pemprov DKI (Dinas Bina Marga Pemrov DKI) melakukan pengadaan tanah yaitu pada rencana pelebaran jalan /penyesuaian row dan pembangunan jalan-jalan tembus yang sudah tertuang dalam RTRW dan RDTR.

Hery mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja selama ini dalam mendukung suksesnya kegiatan pelaksanaan pengadaan tanah.
 
Dalam kesempatan itu nampak turut hadir Lurah Pegangsaan Dua, Haji Abdul Buang SH, Unsur Walikota Jakarta Utara, Camat Kelapa Gading Manson, Sebagai Pembayar Bank BNI, dan unsur terkait lainnya.

Salah satu warga Drs John Rahadian menerima ganti rugi sebesar Rp 17 miliar lebih, Ahli waris Alm. Haji Kidup juga menerima sebesar Rp 21.059.450.278. (dra)